Jumat, 07 Oktober 2011

About Us

HIV dan AIDS telah menjadi epidemic dunia dan saat ini juga telah menyerang Indonesia. Di era delapan puluhan kasus HIV-AIDS masih tergolong rendah namun sejak tahun 2002 indonesia telah masuk dalam kategori epidemic terkonsentrasi (concentrated level epidemic). Berdasarkan laporan UNAIDS sampai dengan desember 2006, jumlah kasus HIV-AIDS diseluruh dunia adalah 39,5 juta orang. Dan anak-anak dibawah 15 tahun sebanyak 2,3 juta orang. (UNAIDS, 2006).

Di Indonesia kasus HIV-AIDS sampai maret 2007 yang dilaporkan Depkes adalah 14628 kasus. Untuk kasus AIDS pada kelompok umur 15 – 19 tahun sebanyak 242 kasus (98 kasus karena narkotika suntik) dan umur 20 – 29 tahun adalah 4884 kasus (3089 kasus karena narkotika suntik).

Di Sulawesi Tenggara jumlah kasus HIV-AIDS yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Prov. Sultra adalah 26 kasus HIV dan 7 Kasus AIDS. Dan saat ini sulawesi tenggara bukan lagi daerah yang bebas dari HIV-AIDS.

Generasi muda sebagai komponen pembangunan perlu menunjukan konstribusi sebagai tanggung jawab kemanusiaan yang dimiliki dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Didorong oleh semangat dan tanggung jawab moral tersebut serta kepedulian terhadap kondisi pembangunan kesehatan dan permasalahan HIV dan AIDS terutama di provinsi Sulawesi Tenggara maka salah bentuk implementasinya adalah membentuk suatu Lembaga Swadaya Masyarakat.

Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat informasi dam Konseling HIV-AIDS Sulawesi Tenggara (PIKHAS) merupakan suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan di Kendari pada tahun 2008, dengan nomor akte: 79. PIKHAS ini didirikan oleh relawan-relawan yang sebelumnya telah aktif diberbagai instansi pemerintah, yayasan dan swasta serta LSM – LSM yang bergelut dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS

0 komentar:

Posting Komentar

Fans Club PIKHAS Sultra

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons