Rabu, 12 Oktober 2011

Pelatihan Pendidik Remaja Sebaya


Kendari – Pada tahun 2009, PIKHAS Sultra mengadakan kogiatan Pelatihan Pendidik Remaja Sebaya yang merupakan awal terbentuknya PIK-Mahasiswa Winslow di Universitas Haluoleo. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNHALU tersebut dalam rangka mengembangkan program penjangkauan dan memperluas informasi KIE di lingkup remaja dan sekitarnya.
Target dari kegiatan ini adalah siswa dan siswi SMA/SMK/MA se-Kota Kendari dan dihadiri masing-masing 2 utusan di 54 sekolah yang terdaftar.

Dengan berbagai masalah yang dihadapi remaja saat ini, pelatihan Pendidik Sebaya dinilai sangat penting bagi upaya pelayanan untuk membantu remaja memiliki status kesehatan reproduksi yang baik melalui pemberian informasi, pelayanan konseling dan pendidikan ketrampilan hidup.

Masa remaja sangat erat kaitannya dengan perkembangan psikis pada periode yang dikenal sebagai masa pubertas. Kondisi ini menyebabkan remaja menjadi rentan terhadap masalah perilaku hubungan seksual sebelum menikah, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), yang keduanya dapat membawa resiko penularan HIV/ AIDS.

Laura sangat berharap dari pelatihan pendidik dan konselor sebaya ini para peserta bisa mencermati sungguh-sungguh apa yang disampaikan oleh para nara sumber agar nantinya bisa menjadi pendidik dan konselor untuk dapat membantu mengatasi masalah remaja.

Narasumber dating dari BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara Kak Dharmasari, Dirut PIKHAS Sultra, Dosen-dosen lingkup Kesehatan Masyarakat Unhalu, dan Testimonial dari pengguna narkoba yang sedang melakukan rehabilitas Bang BIG.

Sosialisasi Kondom di Kendari Sukses, Gubernur Sultra Lega

Kendari, Di mana-mana, kampanye penggunaan kondom sering mendapat penolakan karena dianggap bisa memicu perilaku seks bebas. Namun di Kendari, tidak ada yang menolak kondom maupun metode kontrasepsi lainnya karena sosialisasinya berjalan sukses.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam mengatakan tidak ada alasan untuk menolak kondom untuk mencegah kehamilan. Kondom hanya salah satu dari banyak pilihan alat atau metode kontrasepsi yang bisa digunakan oleh akseptor (peserta KB) pria.

Pilihan untuk menggunakan kondom tergantung minat masing-masing, sehingga tidak bisa diganggu gugat. Dibandingkan kontrasepsi untuk pria yang lain seperti vasektomi atau sterilisasi, kondom memang lebih praktis meski peluang kegagalannya sedikit lebih tinggi.

Selain karena sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah cukup efektif, media dinilai turut mempengaruhi respons masyarakat. Lewat berbagai tayangan di media, masyarakat jadi tahu bahwa kondom bukan cuma alat pelindung bagi pelaku seks bebas tetapi juga bisa membatasi angka kelahiran.

“Sejauh ini tidak ada resistensi (penolakan) terhadap sosialisasi kondom. Semua tergantung keinginan masing-masing, ada yang suka memakai kondom ada yang memilih kontrasepsi yang lain,” ungkap Nur Alam saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kendari, Selasa malam (14/6/2011).

Oleh karena itu, tak heran jika di Kendari banyak pria yang berminat menggunakan kondom. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kota Kendari, Normadia mengatakan bahwa sosialisasi kondom di kalangan tukang becak direspons sangat positif.

“Responsnya sangat bagus, penggunaan kondom sangat diminati oleh para tukang ojek. Tentunya kami berharap, tidak cuma tukang ojek yang mau terlibat dalam KB. Tukang ojek saat ini dipilih sebagai sasaran sosialisasi karena alasan praktis saja,” ungkap Normadia.

Tidak adanya penolakan kondom sebagai alat kontrasepsi menunjukkan bahwa keterlibatan kaum pria dalam program KB cukup tinggi. Meski peminat kontrasepsi jangka panjang untuk pria seperti vasektomi juga meningkat, pria yang berminat memakai kondom di Kendari jumlahnya masih lebih banyak.

Secara umum, Nur Alam menilai bahwa makin banyaknya pria yang terlibat dalam program KB baik melalui vasektomi maupun penggunaan kondom dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat. Jika dulu punya banyak anak dianggap mendatangkan rezeki, kini banyak anak berarti banyak beban dan tanggung jawab

Selasa, 11 Oktober 2011

Tes HIV

Pertanyaan

  • Apa itu VCT?
  • kenapa VCT penting?
  • dimana saja bisa mendapat layanan VCT?
  • Siapa yang membutuhkan VCT?

Jawaban

· Apa itu VCT?

VCT atau Voluntary Counseling and Testing, atau konseling dan test sukarela, adalah kegiatan konseling bersifat sukarela dan rahasia, yang dilakukan oleh seorang konselor VCT yang terlatih, yang dilakukan sebelum dan sesudah test darah untuk HIV di laboratorium. Tes HIV dilakukan setelah klien terlebih dulu menandatangani inform consent (surat persetujuan tindakan)


· kenapa VCT penting?


- penting untuk dapat mengakses ke semua layanan yang dibutuhkan terkait pencegahan dan pengobatan HIV, AIDS
- penting karena memberikan dukungan untuk kebutuhan kliennya seperti perubahan perilaku, dukungan mental, dukungan terapi ARV, dan pemahaman yang benar dan faktual tentang HIV, AIDS.


· dimana saja bisa mendapat layanan VCT?


VCT bisa didapat di tempat layanan kesehatan atau klinik yang menyediakan layanan VCT, puskesmas, dan RS.

· Siapa yang membutuhkan VCT?


- mereka yang mau melakukan test HIV
- mereka yang pernah berperilaku berisiko thd penularan HIV di masa lalu dan ingin merencanakan masa depannya

Diduga Penderita Odha Dirawat di Bekas Kandang Sa

SURABAYA (Pos Kota)- Ditangarai sebagai Orang pengidap HIV/AIDS (ODHA), Rubiono,32, warga Jl Mojopahit, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar Jawa Timur ditolak oleh keluarga. Rubiono akhirnya dirawat di kandang sapi yang tidak jauh dari Taman Kanak-kanak (TK) Hidayah.

Saat ini kondisi Rubiono sangat mengenaskan. Tubuhnya kurus kering tinggal kulit dan tulang, juga mengalami kelumpuhan alias tidak bisa berjalan. Mantan suami Agus Widyaningsih ini juga menderita diare dan terus batuk-batuk.

Nurhadi,50 tetangga Rubiono mengatakan, seminggu lalu Ono, sapaan akrab Rubiono pulang dari Palembang. Rubiono langsung menuju rumah Parmi,60, bibinya karena orang tuanya saat ini memang berada di Irian Jaya. “Saat pulang kondisinya (Rubiono, red) sudah dalam keadaan sakit parah,” ungkap Nurhadi.

Selama di rumah Parmi kondisi Rubiono kian parah. Karena tidak enak dengan pembeli warung bibinya, kemudian Rubiono pindah ke rumah Adik, adiknya. “Cuma tiga hari berada di rumah Anik, akhirnya Rubiono kembali ke Blitar. Katanya, Anik juga jatuh sakit,” imbuh Nurhadi.

Namun, ayah dari Anik Suryani,9, dan Ana Widyastuti,8, ini tidak diterima oleh keluarga bibinya. Karena iba melihat kondisi Rubiono, kemudian Nurhadi menawarkan tempat kepadanya. Yaitu, sebuah lahan bekas kandang sapi yang berukuran 3 X 4 meter. Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Rubiono menempati bekas kandang yang berlantai semen dan berdinding triplek tersebut.

Rubiono saat dikonfirmasi mengaku mulai mengidap sakit batuk-batuk sekitar setahun terakhir. “Saya mulai sakit saat saya bekerja sebagai kuli angkut di Pelambang,” aku Rubiono kepada sejumlah wartawan. Rubiono sempat pulang ke Blitar sekitar enam bulan lalu, dan berobat ke RSK Budi Rahayu Blitar, dan dinyatakan TBC oleh dokter yang menanganinya

Karena minimnya biaya, selanjutnya Rubiono berobat jalan di Puskesmas Sananwetan. Namun, bukanya sembuh, tapi sakit Rubiono kian parah, sampai akhirnya ia memutuskan diri untuk kembali pergi ke Palembang. Akan tetapi, baru bebera hari bekerja, Rubiono dipulangkan oleh majikannya karena kondisi kesehatannya benar-benar sudah dapat ditolerir.

Sementara itu, Sutejo,52, paman Rubiono menceritakan kebiasan buruk keponakannya yanga suka jajan di lokalisasi. Oleh karena itu Rubiono dicurigai mengidap HIV/AIDS, yang dapat menular setiap saat. “Saat di Blitar dan di Irian Jaya dulu memang dikenal suka begituan (jajan, red),” ungkap Tejo.

Kondisi yang tengah dialami Rubiono, yang ditangarai mengidap penyakit HIV/AIDS ini memicu kemarahan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Diskes melarang keluarga merawat Rubiono di Kandang Sapi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar dr Ngesti Utomo menyatakan larangan perawatan orang sakit di Kandang Sapi. Oleh karena itu, Ngesti berharap pihak RT atau RT serta Kelurahan segera melaporkan hal ini kepada puskesmas setempat.

Kalau tidak boleh orang sakit di rawat di bekas kandang sapi, pihak RT/RW dan kelurahan harus segera melapor ke puskesmas. “Jika memang puskesmas tidak mampu, maka bisa dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo,” kata Ngesti.

Kondisi yang tengah dialami Rubiono,harus segera ditangani. Sementara itu, Ketua RT2 Gunawan ketika dikonfirmasi mengaku memang memiliki rencana untuk melaporkan hal itu ke kelurahan dan puskesmas. “Kami memang berencana melaporkan hal ini, agar Rubiono segera di rawat dan diobati dengan layak, apalagi sakitnya tambah parah ungkap,” ungkap Gunawan.

53 Persen dari 5.000 Remaja Kendari Berisiko HIV/AIDS

Politikindonesia - Sebanyak 53% dari 5.000 orang kelompok usia remaja di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, berisiko terjangkit virus HIV/AIDS. Asumsi 5.000 orang usia remaja berisiko terjangkit virus HIV/AIDS itu diperoleh dari rumus bahwa setiap satu pengidap HIV/AIDS, mengancam 1.000 orang.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kendari Rahminingrum mengatakan, berdasarkan data di KPA Kota Kendari periode Januari-Agustus 2011 jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kendari ada sebanyak 6 orang, salah satunya meninggal dunia.

"Di antara pengidap HIV/AIDS itu, mayoritas berada mereka yang berusia produktif atau usia remaja, yakni usia 20 sampai 29 tahun" kata Rahmaningrum pada acara Workshop penulisan berita HIV/AIDS bagi wartawan se-Kota Kendari di Kendari baru-baru ini.

Rahmaningrum menjelaskan, KPA Kota Kendari dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut membagi empat tahapan atau langkah. Pertama yaitu, memperkuat kelembagaan KPA, mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga tingkat kelurahan. Kedua, memisahkan atau mengelompokkan masyarakat yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS dan mereka sudah terjangkit virus HIV/AIDS. Ketiga, membuat program penanganan terhadap masyarakat masyarakat yang berisiko dan keempat, membuat program penangan terhadap mereka yang sudah terjangkit virus HIV/AIDS.

"Kelompok masyarakat yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS seperti pekerja seks dan tempat-tempat hiburan malam, kita secara periodik tiga bulan sekali melakukan penyuluhan tentang cara-cara terhindar dari virus HIV/AIDS," ujar Rahmaningrum.

Sedangkan terhadap mereka yang sudah terjangkit, dilakukan pendampingan dengan terus membimbing. Kemudian mengarahkan mereka agar secara rutin memeriksa kesehatan di rumah sakit Provinsi Sultra yang sudah memberikan pelayanan kesehatan terhadap pengidap virus HIV/AIDS.

Menurut Rahmaningrum, dengan memeriksakan kesehatan secara rutin di rumah sakit, maka laju pertumbuhan virus di tubuh penderita bisa terhambat. Masyarakat tidak perlu takut dengan penderita virus HIV/AIDS, karena virus penyakit tersebut tidak mudah menular. Sebab seseorang hanya bisa terjangkit virus HIV/AIDS, jika melakukan hubungan seks dengan penderita atau berperilaku seks menyimpang seperti ganti-ganti pasangan, oral seks dan lan sebagainya.

"Sepanjang tidak melakukan hubungan seks dengan penderita atau berperilaku seks menyimpang, seseorang kemungkinan terjangkit HIV/AIDS sangat kecil. Makanya, kita tidak perlu mengucilkan mereka yang sudah mengidap virus tersebut," pungkas Rahmaningrum.

Konsultasi Online

Alhamdulilah, Pikhas Sultra kini menyediakan konsultasi Online yang bisa Anda gunakan untuk mencari informasi ataupun menyampaikan hal-hal yang bersifat membangun untuk kami. Media konsultasi ini juga bisa Anda gunakan untuk berkonsultasi dengan kami dan kami akan membalas dengan secepatnya.

Anda hanya mengisi semua kolom yang kami sediakan di bawah, dan jika Anda sudah mengisi kolom terakhir (2 kode buram), tekan 'enter' dan pesan Anda sudah terkirim di e_mail kami.

Selamat bergabung ^_^!








Contact Form














Jumat, 07 Oktober 2011

Apa itu HIV?

HIV ada singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?

Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

Dimanakah virus HIV ini berada ?

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain

Apakah CD4 itu ?

CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol)

Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?

Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia

Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?

Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala MInor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo

Kasus Dewasa:
Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.

Bagaimana HIV menjadi AIDS?

Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

Tahap 1: Periode Jendela
  • HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
  • Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
  • Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan

Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
  • HIV berkembang biak dalam tubuh
  • Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
  • Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)

Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
  • Sistem kekebalan tubuh semakin turun
  • Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
  • Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

Tahap 4: AIDS
  • Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
  • berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Contact Us

CP:
Rafiuddin, AMAK, SKM

Alamat:
Jl. Torada No.55 A RT.26 RW.05 Bende-Kadia

Mobile:
081341006001

e_mail:
pikhassultra@yahoo.co.id

FB:
Pikhas Sultra

Malam Renungan untuk ODHA

KENDARI-Jumlah penderita HIV/AIDS bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pusat Informasi dan Konseling HIV/AIDS (PIKHAS) Sultra sebagai elemen yang terjun di lapangan tentu ikut prihatin.

Rafiuddin, Direktur PIKHAS memaparkan, kasus HIV/Aids hampir merata terjadi di Sultra, namun kasus penderita terbesar terjadi di Kabupaten Muna, dan Kota Kendari. Seperti diketahui kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom. pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, pasangan seksual pengguna narkoba suntik dan bayi yang ibunya positif HIV.

Nah, sebagai langkah preventif, PIKHAS mengadakan malam renungan AIDS Nusantara 2009. Kegiatan ini juga lanjut Rafiuddin sebagai moment peringatan setiap tanggal 15 Mei. Tujuan kali kini memberi informasi penyebaran Informasi Tentang HIV/AIDS, memunculkan motivasi berperilaku aman terhadap kelompok resiko tinggi, menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA dan sosialisasi Anti Narkoba.

Pentolan aktivis PIKHAS ini menuturkan, garapan kegiatan ini tak lain komunitas peduli AIDS dan Masyarakat umum termasuk kelompok resiko tinggi semisal PSK dan pelanggannya, waria dan pasangannya, pengguna narkoba dan pasangannya, laki suka laki dan pasangannya.

Pengalaman Program

2008

Hari AIDS Sedunia
Pelatihan Kader
Pembuatan media KIE

2009

Layanan KIE di diskotik
Aksi Damai Hari Anti Madat Sedunia
Layanan KIE di Lapas
Layanan KIE di Kampus
Tulisan tentang HIV/AIDS dan Narkoba setiap bulan
Layanan Konsultasi dan Konseling media Telepon
Pengumpul data kajian tentang Terapi dan Rehabilitasi korban Napza
Fasilitator pembentukan Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIKKRR)
Fasilitator pembentukan Relawan peduli AIDS dan Anti Narkoba
Layanan KIE di Radio
Asistensi dan fasilitator pembentukan KPA di Kab.Konawe
Penjangkauan, pendampingan serta program HR pada Korban Napza
Penjangkauan, pendampingan serta layanan terapi dan VCT

2010


2011

About Us

HIV dan AIDS telah menjadi epidemic dunia dan saat ini juga telah menyerang Indonesia. Di era delapan puluhan kasus HIV-AIDS masih tergolong rendah namun sejak tahun 2002 indonesia telah masuk dalam kategori epidemic terkonsentrasi (concentrated level epidemic). Berdasarkan laporan UNAIDS sampai dengan desember 2006, jumlah kasus HIV-AIDS diseluruh dunia adalah 39,5 juta orang. Dan anak-anak dibawah 15 tahun sebanyak 2,3 juta orang. (UNAIDS, 2006).

Di Indonesia kasus HIV-AIDS sampai maret 2007 yang dilaporkan Depkes adalah 14628 kasus. Untuk kasus AIDS pada kelompok umur 15 – 19 tahun sebanyak 242 kasus (98 kasus karena narkotika suntik) dan umur 20 – 29 tahun adalah 4884 kasus (3089 kasus karena narkotika suntik).

Di Sulawesi Tenggara jumlah kasus HIV-AIDS yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Prov. Sultra adalah 26 kasus HIV dan 7 Kasus AIDS. Dan saat ini sulawesi tenggara bukan lagi daerah yang bebas dari HIV-AIDS.

Generasi muda sebagai komponen pembangunan perlu menunjukan konstribusi sebagai tanggung jawab kemanusiaan yang dimiliki dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Didorong oleh semangat dan tanggung jawab moral tersebut serta kepedulian terhadap kondisi pembangunan kesehatan dan permasalahan HIV dan AIDS terutama di provinsi Sulawesi Tenggara maka salah bentuk implementasinya adalah membentuk suatu Lembaga Swadaya Masyarakat.

Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat informasi dam Konseling HIV-AIDS Sulawesi Tenggara (PIKHAS) merupakan suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan di Kendari pada tahun 2008, dengan nomor akte: 79. PIKHAS ini didirikan oleh relawan-relawan yang sebelumnya telah aktif diberbagai instansi pemerintah, yayasan dan swasta serta LSM – LSM yang bergelut dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS

Fans Club PIKHAS Sultra

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons