Selasa, 11 Oktober 2011

Diduga Penderita Odha Dirawat di Bekas Kandang Sa

SURABAYA (Pos Kota)- Ditangarai sebagai Orang pengidap HIV/AIDS (ODHA), Rubiono,32, warga Jl Mojopahit, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar Jawa Timur ditolak oleh keluarga. Rubiono akhirnya dirawat di kandang sapi yang tidak jauh dari Taman Kanak-kanak (TK) Hidayah.

Saat ini kondisi Rubiono sangat mengenaskan. Tubuhnya kurus kering tinggal kulit dan tulang, juga mengalami kelumpuhan alias tidak bisa berjalan. Mantan suami Agus Widyaningsih ini juga menderita diare dan terus batuk-batuk.

Nurhadi,50 tetangga Rubiono mengatakan, seminggu lalu Ono, sapaan akrab Rubiono pulang dari Palembang. Rubiono langsung menuju rumah Parmi,60, bibinya karena orang tuanya saat ini memang berada di Irian Jaya. “Saat pulang kondisinya (Rubiono, red) sudah dalam keadaan sakit parah,” ungkap Nurhadi.

Selama di rumah Parmi kondisi Rubiono kian parah. Karena tidak enak dengan pembeli warung bibinya, kemudian Rubiono pindah ke rumah Adik, adiknya. “Cuma tiga hari berada di rumah Anik, akhirnya Rubiono kembali ke Blitar. Katanya, Anik juga jatuh sakit,” imbuh Nurhadi.

Namun, ayah dari Anik Suryani,9, dan Ana Widyastuti,8, ini tidak diterima oleh keluarga bibinya. Karena iba melihat kondisi Rubiono, kemudian Nurhadi menawarkan tempat kepadanya. Yaitu, sebuah lahan bekas kandang sapi yang berukuran 3 X 4 meter. Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Rubiono menempati bekas kandang yang berlantai semen dan berdinding triplek tersebut.

Rubiono saat dikonfirmasi mengaku mulai mengidap sakit batuk-batuk sekitar setahun terakhir. “Saya mulai sakit saat saya bekerja sebagai kuli angkut di Pelambang,” aku Rubiono kepada sejumlah wartawan. Rubiono sempat pulang ke Blitar sekitar enam bulan lalu, dan berobat ke RSK Budi Rahayu Blitar, dan dinyatakan TBC oleh dokter yang menanganinya

Karena minimnya biaya, selanjutnya Rubiono berobat jalan di Puskesmas Sananwetan. Namun, bukanya sembuh, tapi sakit Rubiono kian parah, sampai akhirnya ia memutuskan diri untuk kembali pergi ke Palembang. Akan tetapi, baru bebera hari bekerja, Rubiono dipulangkan oleh majikannya karena kondisi kesehatannya benar-benar sudah dapat ditolerir.

Sementara itu, Sutejo,52, paman Rubiono menceritakan kebiasan buruk keponakannya yanga suka jajan di lokalisasi. Oleh karena itu Rubiono dicurigai mengidap HIV/AIDS, yang dapat menular setiap saat. “Saat di Blitar dan di Irian Jaya dulu memang dikenal suka begituan (jajan, red),” ungkap Tejo.

Kondisi yang tengah dialami Rubiono, yang ditangarai mengidap penyakit HIV/AIDS ini memicu kemarahan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Diskes melarang keluarga merawat Rubiono di Kandang Sapi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar dr Ngesti Utomo menyatakan larangan perawatan orang sakit di Kandang Sapi. Oleh karena itu, Ngesti berharap pihak RT atau RT serta Kelurahan segera melaporkan hal ini kepada puskesmas setempat.

Kalau tidak boleh orang sakit di rawat di bekas kandang sapi, pihak RT/RW dan kelurahan harus segera melapor ke puskesmas. “Jika memang puskesmas tidak mampu, maka bisa dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo,” kata Ngesti.

Kondisi yang tengah dialami Rubiono,harus segera ditangani. Sementara itu, Ketua RT2 Gunawan ketika dikonfirmasi mengaku memang memiliki rencana untuk melaporkan hal itu ke kelurahan dan puskesmas. “Kami memang berencana melaporkan hal ini, agar Rubiono segera di rawat dan diobati dengan layak, apalagi sakitnya tambah parah ungkap,” ungkap Gunawan.

0 komentar:

Posting Komentar

Fans Club PIKHAS Sultra

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons