Politikindonesia - Sebanyak 53% dari 5.000 orang kelompok usia remaja di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, berisiko terjangkit virus HIV/AIDS. Asumsi 5.000 orang usia remaja berisiko terjangkit virus HIV/AIDS itu diperoleh dari rumus bahwa setiap satu pengidap HIV/AIDS, mengancam 1.000 orang.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kendari Rahminingrum mengatakan, berdasarkan data di KPA Kota Kendari periode Januari-Agustus 2011 jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kendari ada sebanyak 6 orang, salah satunya meninggal dunia.
"Di antara pengidap HIV/AIDS itu, mayoritas berada mereka yang berusia produktif atau usia remaja, yakni usia 20 sampai 29 tahun" kata Rahmaningrum pada acara Workshop penulisan berita HIV/AIDS bagi wartawan se-Kota Kendari di Kendari baru-baru ini.
Rahmaningrum menjelaskan, KPA Kota Kendari dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut membagi empat tahapan atau langkah. Pertama yaitu, memperkuat kelembagaan KPA, mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga tingkat kelurahan. Kedua, memisahkan atau mengelompokkan masyarakat yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS dan mereka sudah terjangkit virus HIV/AIDS. Ketiga, membuat program penanganan terhadap masyarakat masyarakat yang berisiko dan keempat, membuat program penangan terhadap mereka yang sudah terjangkit virus HIV/AIDS.
"Kelompok masyarakat yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS seperti pekerja seks dan tempat-tempat hiburan malam, kita secara periodik tiga bulan sekali melakukan penyuluhan tentang cara-cara terhindar dari virus HIV/AIDS," ujar Rahmaningrum.
Sedangkan terhadap mereka yang sudah terjangkit, dilakukan pendampingan dengan terus membimbing. Kemudian mengarahkan mereka agar secara rutin memeriksa kesehatan di rumah sakit Provinsi Sultra yang sudah memberikan pelayanan kesehatan terhadap pengidap virus HIV/AIDS.
Menurut Rahmaningrum, dengan memeriksakan kesehatan secara rutin di rumah sakit, maka laju pertumbuhan virus di tubuh penderita bisa terhambat. Masyarakat tidak perlu takut dengan penderita virus HIV/AIDS, karena virus penyakit tersebut tidak mudah menular. Sebab seseorang hanya bisa terjangkit virus HIV/AIDS, jika melakukan hubungan seks dengan penderita atau berperilaku seks menyimpang seperti ganti-ganti pasangan, oral seks dan lan sebagainya.
"Sepanjang tidak melakukan hubungan seks dengan penderita atau berperilaku seks menyimpang, seseorang kemungkinan terjangkit HIV/AIDS sangat kecil. Makanya, kita tidak perlu mengucilkan mereka yang sudah mengidap virus tersebut," pungkas Rahmaningrum.




00.57
PIKHAS Sultra
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar